Rabu, 26 Juni 2013

MANUSIA DAN E-GOVERNMENT



                                                MANUSIA DAN E-GOVERNMENT
(Penelusuran kehidupan HARTATI dalam masyarakat yang berinteraksi, bersosialisasi dengan AKAL BUDI nya yang melahirkan INOVASI berupa  e-government)
     Sepanjang hidupnya manusia akan hidup dan berhubungan dengan banyak orang dalam masyarakat dan sebagai makhluk sosial disadari atau tidak manusia melakukan interaksi dengan individu lain. Secara kodrati manusia merupakan mahluk sosial yang artinya mahluk yang tidak dapat hidup sendiri  tanpa pertolongan orang lain. Hal ini yang mendorong manusia untuk terus berinteraksi dan bersosialisasi dengan manusia di lingkungannya. Interaksi terus dilakukan manusia karena manusia itu sendiri harus:
1)      Meneruskan / mengembangkan keturunannya
2)      manusia harus mempertahankan hidupnya
3)       manusia terdorong untuk melaksanakan kehidupan bersama
4)      manusia terdorong untuk memenuhi kehidupannya.
Proses sosialisasi merupakan aktivitas belajar yang dilakukan oleh seorang individu untuk mengetahui secara  seksama mengenai cara-cara bergaul di dalam masyarakat. Apabila sosialisasinya sesuai dengan norma nilai yang berlaku dalam  masyarakat maka sosialisasinya boleh dikatakan sempurna tetapi apabila gagal dalam bersosialisasi maka disebut MALADJUSTMENT. Melalui proses sosialisasi seorang individu akan memperoleh pengetahuan, nilai dan norma yang akan membekali individu tersebut dalam proses bergaul. Perlu kita ingat bahwa proses sosialisasi seorang individu berlangsung sejak manusia lahir hingga akhir hayatnya, manusia sebenarnya diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai seorang manusia yang terlahir di dunia yang dilengkap dengan kesadaran dan akal budi, sehingga kesadaran manusia itu dapat disimpulkan dari kemampuannya untuk berpikir, berkehendak dan merasa.  Melalui pikirannya manusia mendapatkan ilmu pengetahuan yang terdiri dari 2 komponen yaitu ILMU dan PENGETAHUAN .  ILMU adalah kumpulan pengetahuan ilmiah yang di susun secara sistematis dan diperoleh dari aktivitas berpikir manusia melalui metode tertentu yang kebenarannya dapat diuji secara kritis oleh orang lain. PENGETAHUAN adalah kesan dalam pikiran manusia sebagai penggunaan panca indranya. ILMU PENGETAHUAN adalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pikiran / pemikiran selalu dapat diperiksa, ditelaah atau pun dikontrol secara kritis oleh siapapun yang ingin mengetahuinya. Dengan kehendaknya manusia mengarahkan prilakunya dan dengan perasaannya manusia dapat mencapai kesenangannya. Sehubungan dengan manusia yang tidak bisa hidup sendiri dan manusia yang terlahir dengan dibekali akal dan budi yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan  menunjukan bahwa manusia tidak pernah merasa cukup dan tidak pernah merasa puas. Hal ini terbukti dengan terciptanya berbagai macam hasil dari ilmu pengetahuan itu sendiri, seperti ditemukannya beberapa alat elektronik dan teknologi yang semakin lama semakin canggih, yang kesemuanya tercipta dari perpaduan hasil interaksi, sosialisasi dan akal budi yang terus dikembangkan secara kebersamaan selaku mahluk sosial yang merupakan bagian dari masyarakat. Bahkan di tahun 1990-an beberapa negara di dunia menggunakan sistem pemerintahan yang menggunakan elektronik  (Amerika serikat, Selandia baru, Kanada, Singapore) dan beberapa negara Asia, Australia, dan Inggris. Hal ini tidak lain untuk memberikan kenyamanan bagi warga negara dalam mengakses informasi pelayanan pemerintah kepada publik dimulai dari komputerisasi. Bahkan, di tahun 2003 pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Instruksi Presiden No.3 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan  E-gavernment di Indonesia. Sejak saat itu kebanyakan instansi/departemen mulai dari tingkat pusat sampai daerah mulai membangun dan mengembangkan sistem pemerintahan elektronik (E-Govermernment) yang dapat digunakan sebagai informasi dan pelayanan warga dalam urusannya. Manfaat E-Government itu sendiri adalah :
1.       Memperbaiki mutu pelayanan pemerintah kepada para stekecholder ( masyarakat, kalangan bisnis, industri).
2.       Meningkatkan transparansi, kontrol dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep Good Governance di pemerintahan (bebas KKN).
3.       Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi dan interaksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stekcholder untuk keperluan aktivitas sehari-hari.
4.       Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber pendapatan baru melalui interaksi dengan pihak yang berkepentingan.
5.       Menciptakan suatu lingkungan yang baru.
6.       Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain yang merupakan mitra pemerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis.
Demikianlah sekilas mengenai cerita hasil manusia yang berinteraksi dan bersosialisasi dengan perpaduan  menggunakan nilai, norma dan akal budinya yang  banyak melahirkan inovasi-inovasi baru dalam kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar